Mewarnai adalah salah satu dasar keterampilan seni yang sering dianggap mudah oleh sebagian orang, padahal teknik yang benar menentukan hasil akhir yang jauh berbeda. SMP YPI Al Bayan memahami pentingnya memberikan dasar seni yang kuat bagi siswanya, sehingga sekolah mengadakan lokakarya khusus mengenai tips teknik mewarnai menggunakan krayon terbaik. Kegiatan ini difokuskan agar siswa tidak hanya sekadar mengisi bidang kosong dengan warna, tetapi juga mampu menciptakan gradasi yang halus dan rapi pada setiap gambar mereka.
Dalam sesi tersebut, siswa diajarkan bahwa kunci utama dalam mewarnai dengan krayon adalah kontrol tekanan pada tangan. Jika menekan terlalu keras, warna akan menumpuk dan mudah patah. Jika terlalu ringan, warna tidak akan menutup bidang dengan rata. Guru pembimbing menunjukkan teknik “memutar” atau circling yang sangat efektif untuk mengisi celah putih pada kertas secara maksimal. Selain itu, teknik teknik pencampuran warna atau blending menjadi sorotan utama agar hasil gambar terlihat lebih hidup, tiga dimensi, dan memiliki kedalaman visual yang memanjakan mata.
SMP YPI Al Bayan juga memberikan tips bagaimana memilih kombinasi warna yang harmonis agar hasil karya siswa terlihat lebih profesional. Siswa diajarkan mengenai roda warna (color wheel) sehingga mereka tahu warna apa saja yang saling melengkapi dan warna mana yang jika dicampur akan menghasilkan gradasi yang buruk. Pengetahuan teoretis ini sangat membantu siswa ketika mereka mulai berkreasi sendiri di atas kertas gambar. Mereka tidak lagi asal memilih krayon, melainkan mempertimbangkan efek visual yang ingin ditampilkan dalam setiap karyanya.
Pihak sekolah percaya bahwa ketelitian dalam mewarnai melatih fokus siswa secara keseluruhan. Saat mewarnai, pikiran harus tenang dan tangan harus stabil. Ini adalah latihan kesabaran yang sangat baik bagi remaja. Siswa yang terbiasa sabar dalam menyelesaikan detail kecil pada gambar akan cenderung memiliki ketahanan yang lebih baik saat menghadapi tugas-tugas sekolah yang menuntut konsentrasi tinggi. Jadi, meskipun ini adalah kegiatan seni, manfaatnya jauh melampaui sekadar hasil gambar yang cantik, melainkan pembentukan karakter yang tangguh dan detail.
Kegiatan ini mendapatkan respon yang sangat positif dari para siswa. Mereka yang awalnya enggan mewarnai karena merasa hasilnya tidak pernah rapi, kini menjadi sangat antusias setelah mengetahui rahasia tekniknya. Hasil karya mereka pun mengalami peningkatan kualitas yang drastis, menjadi lebih halus dan tertata dengan sangat rapi. Pameran karya kecil-kecilan pun digelar di ruang kelas untuk memberikan apresiasi atas usaha mereka. Hal ini menciptakan suasana belajar yang kompetitif namun tetap menyenangkan, di mana setiap siswa termotivasi untuk terus memperbaiki kemampuannya setiap hari.