Menanamkan kecintaan terhadap kitab suci sejak usia remaja merupakan investasi spiritual yang tak ternilai harganya bagi masa depan generasi muda. Di tengah gempuran budaya pop yang sering kali menjauhkan remaja dari nilai-nilai agama, sekolah memegang peranan penting untuk menjaga benteng moral para siswanya. Sebagai bentuk syukur dan apresiasi atas ketekunan dalam mempelajari agama, sebuah seremoni religi yang megah baru saja dilangsungkan dengan penuh suasana kedamaian. Acara bertajuk Barokah ini menjadi puncak dari program literasi religi yang telah dijalankan selama satu tahun pelajaran terakhir di lingkungan sekolah tersebut.
Suasana di masjid sekolah terasa sangat sejuk dan tenang saat ratusan siswa duduk bersimpuh dengan mengenakan busana muslim serba putih. Fokus utama dari kegiatan Khataman Al-Quran ini adalah untuk merayakan keberhasilan para siswa yang telah menyelesaikan pembacaan dan tadarus secara berkelompok maupun mandiri. Lantunan ayat suci yang dibacakan secara bergantian dengan tajwid yang fasih menciptakan getaran spiritual yang menyentuh hati bagi siapa saja yang mendengarnya. Bagi para siswa, momen ini adalah bukti dari disiplin diri dan konsistensi mereka dalam menyisihkan waktu di sela-sela kesibukan belajar umum untuk berinteraksi dengan wahyu Tuhan.
Pelaksanaan acara secara Massal ini juga bertujuan untuk memperkuat ukhuwah atau tali persaudaraan antar siswa dari berbagai tingkatan kelas. Tidak ada perbedaan kasta maupun kepintaran akademis di depan kitab suci; semua bersatu dalam semangat mengagungkan asma Allah. Prosesi ini diawali dengan pembacaan surat-surat pendek secara bersama-sama, diikuti dengan doa khotmil Quran yang dipimpin oleh tokoh agama setempat. Suasana semakin haru ketika para siswa bersalaman dan memohon restu kepada guru serta orang tua yang hadir. Momen ini menjadi pengingat bahwa ilmu tanpa adab dan spiritualitas akan terasa hambar dan tidak memberikan manfaat yang sejati.
Di lingkungan SMP YPI Al-Bayan, pendidikan agama memang menjadi salah satu keunggulan yang terus dipupuk. Melalui program ini, sekolah ingin memastikan bahwa setiap lulusannya memiliki pondasi keimanan yang kokoh untuk menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks. Al-Quran bukan hanya sekadar untuk dibaca, melainkan dipahami maknanya untuk diterapkan dalam perilaku sehari-hari, seperti kejujuran, kesabaran, dan kasih sayang terhadap sesama. Penyelenggaraan acara yang berlangsung Penuh Khidmat ini diharapkan mampu membekas dalam memori jangka panjang para siswa, sehingga mereka selalu merasa dekat dengan masjid dan kitab sucinya di mana pun mereka berada nantinya.